RSS

 Tersenyumlah Maka Dunia Akan Tersenyum

Nada-nada indah penuh makna..
Ber-irama akan merdunya..
Bernyanyi senda gurau dengan bahagia..
Bukankah kelam akan menjadi terang?
Detik menuntun menit mengganti..
Semua bukannya tak mau menunggu..
Tapi roda bumi memang akan terus berputar..
Dan tak ada yang mampu menghentikannya..
Kadang sedih terkadang bahagia..
Muram karna benci..
Dendam silih merasuki..
Bisa kah kau pahami?
Tapi sejenak kau pejamkan mata..
Begitu gelap tak berupa..
Detak jam terus mengiringi..
Dan perlahan hati mulai berbicara..
Tapi itulah waktu dimana kau bisa mengerti..
Bahwa selalu ada terang akan hadir..
Bukalah mata dan tersenyumlah..
Maka dunia akan tersenyum padamu..
Kisah Herlina, Srikandi Pejuang Trikora
Menolak Nama Papua
Oleh : Nurul Hasnah
Tidak banyak jejak arsip srikandi pejuang perempuan yang ikut dalam perjuangan secara fisik pasca kemerdekaan. Salah satu srikandi pejuang perempuan pasca kemerdekaan adalah Herlina yang terlibat dalam operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) dalam Komando Mandala yang dipimpin oleh Mayjen Soeharto. Trikora dicetuskan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 19 Desember 1961 di alun-alun utara kota Yogyakarta yang isinya :
1. Gagalkan berdirinya negara Boneka Papua bentukan Belanda
2. Kibarkan sang Merah Putih di Irian Jaya tanah air Indonesia
3. Bersiap melaksanakan mobilisasi umum
Trikora muncul karena adanya kekecewaan dari pihak indonesia yang selalu gagal dalam upaya diplomasi melalui beberapa perundingan dengan Belanda untuk mengembalikan Irian barat yang secara sepihak yang diklaim oleh Belanda.
Surat Keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI, (Sumber: Herlina Pending Emas)
Ketika pada tahun 1961 Presiden Soekarno mengobarkan semangat Trikora, Herlinapada waktu itu berada di Maluku sebagai pendiri Mingguan Karya yang berkantor di Ternate inipun jiwanya merasa terpanggil dan mendaftar sebagai salah seorang sukarelawati. Di wilayah Kodam XIV Pattimura namanya sudah tak asing lagi, karena ia kerap menulis di mingguan tersebut.
Melalui Kodam Pattimurasebagai bagian dari Komando Mandala dan operasi Trikora Herlina diterjunkan bersama 20 orang sukarelawan untuk melakukan infiltrasi dan operasi gerilya di rimba belantara Irian Barat.
Akhirnya setelah operasi-operasi infiltrasi mulai mengepung beberapa kota penting di Irian Barat, termasuk dengan aksi penerjunan Herlina di belantara Irian, sadarlah Belanda dan sekutu-sekutunya, bahwa Indonesia tidak main-main untuk merebut kembali Irian Barat. Atas desakan Amerika Serikat, Belanda bersedia menyerahkan irian Barat kepada Indonesia melalui Persetujuan New York / New York Agreement.Sesuai dengan perjanjian New York, pada tanggal 1 Mei 1963 berlangsung upacara serah terima Irian Barat dari UNTEA kepada pemerintah RI. Upacara berlangsung di Hollandia (Jayapura). Dalam peristiwa itu bendera PBB diturunkan dan berkibarlah merah putih yang menandai resminya Irian Barat menjadi provinsi ke 26. Nama Irian Barat diubah menjadi Irian Jaya ( sekarang Papua ).
Herlina atau Herlina Kasim merupakan srikandi pejuang sukarelawati Trikora dan mendapat julukan “Pending Emas”. Julukan pending emas ini tidak lain karena Herlina mendapat penghargaan Pending Emas sebesar ½ kilogram (500 gram) pada tanggal 19 Februari 1963 yang didasarkan oleh Surat Keputusan Presiden/Panglima Tertingi Angkatan Perang Republik Indonesia/Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat No. 10/PLM.BS- Tahun 1963. Penghargaan yang cukup menarik ini diberikan kepada Herlina karena keberaniandan kegigihan sebagai perempuan sukarelawati pertama yang berani terjun di belantara Irian Barat semasa Operasi Trikora.
Pengalaman itulah yang membuat namanya terukir sebagai salah seorang tokoh dalam sejarah operasi lintas udara di tanah air. Keberaniannya yang luar biasa tidak lepas dari kesukaannya berpetualang. Setelah menamatkan SMA, antara tahun 1959-1961 ia berkeliling Indonesia, hingga ke daerah Maluku.
Saat itu situasi di Maluku sendiri, sebagai garis depan, kian memanas menyusul dibentuknya Dewan Papua boneka Belanda. Semagat juang Herlina meledak, lalu memimpin penduduk di sekitar tempat ia tinggal dan melakuakan demonstrasi menentang Dewan Papua dan mengajak bersatu untuk merebut Irian Barat.
Merasa kurang aksi dengan hanya berdemo, diam-diam ia mengajukan permohonan kepada Panglima Kodam XVI Pattimura agar dapat di terjunkan di Irian Barat. Herlina pada waktu pertama kali mendaftar belummemiliki pengalaman terjun, terlebih terjun militer. Akan tetapi hal itu tidak menjadi masalah baginya dan dia pun siap diterjunkan sebagai barang. Panglima Kodam XVI Pattimura akhirnya meluluskan permintaannya, dengan syarat semua ini akan menjadi rahasia antara Herlina dan dirinya.

Presiden Soekarno memberikan penghargaaan kepada sukarelawati Trikora, Herlina (Sumber: Herlina Pending Emas)
Si pending emas ini dilahirkan di Malang, Jawa Timur, pada tanggal 24 Februari 1941. Pendidikan SD di Malang (1953); SMP di Jakarta (1956); SMA di Jakarta (1959); Pendidikan Militer Korps Wanita Angkatan Darat (1963-1964); Pendidikan Atase Pers Departemen Luar Negeri. Riwayat pekerjaannya ialah sebagai Pegawai Departemen Pertanian di Jakarta (1955-1956), Anggota Militer Korps Wanita Angkatan Darat (1964), Pegawai Departemen Luar Negeri (1964), diperbantukan Departemen Luar Negeri untuk Operasi Khusus; Komandan Batalyon Sukarelawati Dwikora (1964). Bersama para pejuang Trikora, Herlina dianugerahi tanda jasa oleh Presiden Soekarno berupa Pending Emas, sebuah ikat pinggang dari emas murni seberat 500 gram plus uang Rp. 10 juta. Tetapi semua hadiah itu ditolaknya karena katanya “Saya berjuang untuk bangsa dan negara, bukan mencari hadiah.”
Suri tauladan seperti ini tampaknya sudah sangat sulit kita jumpai saat ini.
Sebagai seorang penulis yang piawai, perjuangan Herlina dalam operasi Trikora dituangkannya dalam buku Pending Emas yang terbit pertama kali pada tahun 1964 dengan kata pengantar dari Presiden Soekarno. Yang menarik, pada edisi cetakan tahun 1985, kata pengantar dari Presiden Soekarno dihilangkan dan digantikan oleh kata pengantar dari Letjen Achmad Taher. Pada buku edisi kedua itu nama Panglima Komando Mandala, Mayjen Soeharto ditulis berulang-ulang dan berbunga-bunga. Padahal dalam buku edisi cetakan sebelumnya Herlina tidak menggambarkan kekagumannya kepada Panglima Komando Mandala itu. Alih-alih, sama sekali tidakdisebutkan nama panglima yang akhirnya menjadi Presiden RI kedua tersebutdi dalam buku edisi pertama.
Selepas masa Trikora, pada tahun 1965 Herlina mendapat tugas dari satuan Opsus (Operasi Khusus) Departemen Luar Negeri untuk menerbitkan surat kabar koran Berita Harian palsu yang akan disebarkan di semenanjung Malaya bersama Taguan Harjo, pelukis komik terkenal dari Medan yang saat itu bekerja di seksi penerbitan Staf Pempen (Pembangunan dan Penampungan) Daerah Militer II Bukit Barisan sebagai pemimpin redaksi. Koran itu dipilih karena di samping populer di Malaysia juga memakai huruf Latin hingga tidak sulit ditiru. Isi koran palsu yang diterbitkan akhir September 1965 itu hampir seluruhnya propaganda anti pembentukan Malaysia. “Semuanya telah ditentukan oleh ‘kantor pusat’ di Jakarta,” cerita Herlina. Urusan penyebaran menjadi tugas Herlina. Untuk mengangkutnya ke Malaysia dipakai enam buah tongkang ikan yang masing-masing berisi lima “nelayan”. Saya sendiri ikut ke Pontian (sebuah pelabuhan kecil di Perak, Malaysia),” kisah Herlina pada majalah Tempo Edisi. 25/XI/22 - 28 Agustus 1981 (tempointeractive.com).
Waktu itu ia menyamar sebagai nelayan yang mengenakan celana panjang hitam, baju kain kasar dan topi lebar.Di Malaysia telah siap kurir yang akan menyebarkan koran tersebut. Sebelum edisi yang kedua sempat terbit, Gerakan 30 September meletus. Penerbitan koran palsu dihentikan. “Di samping itu kita juga sudah memutuskan ingin berdamai dengan Malaysia,” kata Herlina.
Urusan penyebaran menjadi tugas Herlina. Untuk mengangkutnya ke Malaysia dipakai enam buah tongkang ikan yang masing-masing berisi lima “nelayan”. Saya sendiri ikut ke Pontian (sebuah pelabuhan kecil di Perak, Malaysia),” kisah Herlina yang pada masa itu juga menjadi komandan batalyon sukarelawati Dwikora.
Nama Herlina selain tenar dan dikenang sebagai pejuang Trikora yang pemberani sekaligus sukarelawati Dwikora ternyata juga tidak lepas dari kekurangan, hal ini dapat kita lihat dalam catatan arsip salah satu surat kabar pada tahun 1986 ketika kompetisi sepakbola pada waktu itu yaitu Liga Galatama sempat tercoreng akibat skandal pengaturan skor yang dilakukan ofisial klub Caprina (klub Galatama dari Denpasar, Bali) akibat menyuap beberapa pemain Makassar Utama yang pemilik klubnya tidak lain adalah Herlina si pending emas, srikandi pejuang wanita Trikora.
Lama tidak terdengar, kabar terakhir tentang sukarelawati Trikora ini adalah pada saat menghadiri Peringatan 50 Tahun Trikora pada tanggal 19 Desember 2011 lalu, dimana beliau mengusulkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan DPR agar mengembalikan nama Papua saat ini menjadi Irian kembali. Nama Irian mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final bagi rakyat Irian. Sebab hal tersebut dapat dibuktikanberdasarkan arsip-arsip yang ada bahwa pada tanggal 1 Mei 1963 United Nations Temporary Executive Authority(UNTEA) menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia hingga kemudian Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada tahun 1969. Ketika itu, mayoritas rakyat Irian Barat memilih bergabung ke RI.
Nama Papua, kata perempuan kelahiran Malang 70 tahun lalu itu, identik dengan gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Padahal, gerakan separatisme itu yang ditentang oleh para pejuang Trikora atas komando Presiden Soekarno dan operasionalnya dipimpin Panglima Mandala Pembebasan Irian Barat Mayor Jenderal Soeharto. “Indonesia harus mengembalikan namanya menjadi Irian. Sehingga tidak ahistoris dengan semangat perebutan Kembali Irian Barat ke Bumi Pertiwi yang dilakukan oleh para pahlawan pejuang kemerdekaan,” ujar dia seraya mengingatkan persoalan mengatasi ketidakadilan di Bumi Cendrawasih adalah tugas utama pemerintahan SBY. Terlepas dari sejarah di atas, penggunaan nama Papua menggantikan Irian ditegaskan dalam UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada tahun 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.
Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat hingga pada hari ini masih menjadi wilayah NKRI. Apakah penggunaan nama Papua pada masa yang akan datang menjadi ganjalan bagi rakyat Papua ? ataukah justru menjadi spirit bagi rakyat Papua dalam membangun NKRI, ataukah kita perlu kembalikan lagi menjadi Irian seperti kata Herlina si Pending Emas biarlah waktu yang menjawab.
Referensi :
Herlina. 1964. Pending Emas. Gunung Agung.Jakarta
Marching, Soe Tjen. 2011. Kisah di Balik Pintu Identitas Perempuan Indonesia: Antara yang Publik & Privat. Penerbit Ombak.
Sekretariat Negara Republik Indonesia.1986. 30 Tahun Indonesia Merdeka. PT Citra Lamtoro Gung Persada. Jakarta. Cetakan Ketujuh.
http://www.beritasatu.com/nasional/22172-herlina-minta-sby-kembalikan-nama-papua-jadi-irian.html
Arsip Nasional Republik Indonesia. www.anri.go.id
http://www.tempointeractive.com/hg/mbmtempo/arsip/1981/08/22/NAS/mbm.19810822.nas3.id.html
Berbagai macam widget dan gadget banyak digunakan untuk menghiasi dinding halaman blog.Efek Salju, Dau, dan Bintang bertaburan lalu berjatuhan adalah yang sering digunakan. Layaknya seperti di musim semi daun berjatuhan dengan indahnya.

Cara Membuat Efek Salju, Daun, dan Bintang berjatuhan sebenarnya mudah. Widget bertebaran ini akan membuat pengunjung menjadi tidak bosan mengunjungi halaman kita. Cara Pembuatan dan cara memasangnya adalah sebagai berikut :
Memasang Efek Salju Bertaburan / Berjatuhan :
1. Login ke Blogger.com
2. Klik Nama Blog Anda.
3. Kemudian pilih Template.
4. Lalu Edit HTML dan Centang Expand Widget Template
5. Copy kode di bawah ini dan letakkan di atas kode </head>
<script src='http://misbahudin-dcaesga.googlecode.com/files/efek-salju.js'/>
6. Simpan Template.

Membuat Efek Daun Berjatuhan di Blog :
Caranya sama seperti langkah 1 sampai 4 diatas.
Lalu copy kode ini diatas </head>
<script src='http://misbahudin.googlecode.com/files/daun%20gugur.js'/>

Cara Memasang Efek Bintang berjatuhan di Blog :
Copy kode berikut dan letakkan diatas kode </head>
1. <script src="http://sites.google.com/site/amatullah83/js-indahnyaberbagi/bintang.hijau.js" type="text/javascript"></script>
2. <script type="text/javascript" src="http://naughtyric.googlecode.com/files/jrRain.js"></script>

Anda dapat menggunakan kode pertama atau kedua sesuai keinginan Anda. Untuk mengganti warna lainnya anda dapat mengunjungi halaman Kumpulan Efek Melayang di Blog.
Tunggu 5 detik dan klik skip add di pojok kanan atas untuk melihatnya.

DAFTAR NAMA SISWA KELAS IX.7
No
Nama
Alamat
1
Ade Fitriani
Kampeh
2
Ahmad Sandra
Simarasok
3
Alfi Yanto
Sungai Sariak
4
An Nisa Mutiara Fathi
Sungai Cubadak
5
Annisa Kurnia Putri
Sungai Cubadak
6
Atika Fitri
Simarasok
7
Aulannisa Isthafi
Kampeh
8
Dedi Yanas Putra
Ujuang Guguak
9
Fahmi
Stasiun
10
Fitri Rahmadhani
Sungai Sariak
11
Gita Novianti
Sungai Angek
12
Helio Gina Febriandika
Koto Tinggi
13
Irma Wati
Ladang Hutan
14
Latifah Rahma
Sungai Cubadak
15
M. Zulfikri AF
Baruah
16
M. Mukhsin
Kampeh
17
Maissy Rahayu Sanggita
Baruah
18
Mutia Agustin
Batu Taba
19
Nurul Hasnah
Sungai Sariak
20
Reza Wahyuni
Sungai Angek
21
Siska Yulia
Kampeh
22
Sofi Yulanda
Sungai Angek
23
Utari Suciati
Kampeh
24
Velli Maita Putri
Baruah
25
Wellya Agustin
Simarasok

Untuk melihat permainan konsentrasi silahkan kamu download DISINI.....

Satuan Satuan dari Memori



VIRTUAL STORAGE :
· 1 Bit = Binary digit
· 1 Byte = 8 Bits
· 1 Kilobyte = 1024 Byte
· 1 Megabyte = 1024 Kilobyte
· 1 Gigabyte   = 1024 Megabyte
· 1 Terabyte   = 1024 Gigabyte
· 1 Petabyte   = 1024 Terabyte
· 1 Exabyte    = 1024 Petabyte
· 1 Zettabyte  = 1024 Exabyte
· 1 Yottabyte  = 1024 Zettabyte
· 1 Brontobyte= 1024 Yottabyte
· 1 Geopbyte  = 1024 Brontobyte



DISK STORAGE :                                        
· 1 Bit = Binary Digit                                        
· 8 Bits= 1 Byte                                                  
· 1000 Bytes = 1 Kilobyte                                  
· 1000 Kilobyte = 1 Megabyte
· 1000 Megabytes = 1 Gigabyte                    
· 1000 Gigabytes = 1 Terabyte
· 1000 terabytes = 1 Petabyte
· 1000 petabyte = 1 Exabyte
· 1000 exabyte = 1 Zettabyte
· 1000 Zettabytes = 1 Yottabyte
· 1000 Yottabytes = 1 Brontobyte
· 1000 Brontobytes = 1 Geopbyte
 
  • Bit: Bit adalah unit terkecil dari data yang menggunakan komputer. Hal ini dapat digunakan untuk mewakili dua bagian informasi, seperti Ya atau Tidak.
  • Byte: 1 Byte adalah sama dengan 8 Bit. 1 Byte bisa mewakili 256 informasi, misalnya, angka atau kombinasi angka dan huruf. 1 Byte dapat sama dengan satu karakter. 10 Bytes bisa sama dengan kata. 100 Bytes akan sama rata-rata kalimat.
  • Kilobyte: 1 Kilobyte sekitar 1.000 Bytes, sebenarnya 1.024 Byte tergantung pada definisi yang digunakan. 1 Kilobyte akan sama dengan ini ayat yang Anda baca, sedangkan 100 Kilobyte akan sama seluruh halaman.
  • Megabyte: 1 Megabyte sekitar 1.000 Kilobyte. Pada awal komputasi, 1 Megabyte dianggap kapasitas yang besar. Namun saat ini dengan hard drive 500 Gigabyte yang banyak tersedia di pasaran, 1 Megabyte tidak kelihatan seperti banyak lagi. Floppy disk lama 3-1/2 inch dapat memiliki kapasitas 1,44 Megabyte atau setara dengan 1 buku kecil. 100 Megabytes mungkin memegang beberapa jilid dari Ensiklopedia. 600 Megabytes adalah tentang jumlah data yang sesuai pada disk CD-ROM.
  • Gigabyte: 1 Gigabyte adalah sekitar 1.000 Megabytes. 1 Gigabyte adalah istilah yang sangat umum digunakan sekarang ini ketika mengacu pada ruang disk atau drive penyimpanan. 1 Gigabyte data hampir dua kali lipat jumlah data yang bisa disimpan CD-ROM. Tapi itu sekitar seribu kali kapasitas disket 3-1/2. 1 Gigabyte bisa menampung isi dari sekitar 10 meter dari buku-buku di rak. 100 Gigabytes bisa menyimpan buku seluruh perpustakaan jurnal akademik.
  • Terabyte: 1 Terabyte sekitar satu triliun byte, atau 1.000 Gigabytes. Untuk meletakkannya dalam perspektif tertentu, 1 Terabyte bisa menampung sekitar 3.600.300 gambar atau mungkin sekitar 300 jam video berkualitas baik. 1 Terabyte bisa menyimpan 1.000 salinan Encyclopedia Britannica.
  • Petabyte: 1 Petabyte sekitar 1.000 terabyte atau satu juta Gigabytes. 1 Petabyte bisa menyimpan sekitar 20 juta lemari arsip. Butuh sekitar 500 juta disket untuk menyimpan jumlah data yang sama.
  • Exabyte: 1 Exabyte adalah sekitar 1.000 petabyte. Cara lain untuk melihatnya adalah bahwa Petabyte adalah sekitar satu triliun byte atau satu miliar Gigabytes. 5 Exabytes akan sama dengan semua kata yang pernah diucapkan oleh manusia.
  • Zettabyte: 1 Zettabyte sekitar 1.000 Exabytes.
  • Yottabyte: 1 Yottabyte sekitar 1.000 Zettabytes. Butuh sekitar 11000000000000/11 triliyun tahun untuk mendownload file yottabyte dari Internet menggunakan broadband berkecepatan tinggi. Anda dapat membandingkannya dengan World Wide Web sebagai hampir seluruh Internet membutuhkan 1 Yottabyte.
  • Brontobyte: 1 Brontobyte adalah sekitar 1.000 Yottabytes. Satu-satunya yang ada mengatakan tentang Brontobyte adalah bahwa ia adalah angka 1 yang diikuti dengan 27 nol!
  • Geopbyte: 1 Geopbyte sekitar 1000 Brontobytes. Salah satu cara untuk melihat geopbyte adalah    15267 6504600 2283229 4012496 7031205 376 bytes!

sumber :
http://yaasiiiiin.blogspot.com/2011/03/satuan-memory.html

Copyright 2009 NURUL HASNAH. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates